Minggu, 03 Agustus 2014

I Love You My Boss

I Love You My Boss

Cast : Daniyah ( preman )
Citra ( majikan )
Ica ( wanita teraniaya )
Fatur ( pacar daniyah )
Rio ( preman )
Erl ( calon suami daniyah )

Nia ( pacar fatur )

Daniyah seorang wanita yang baru saja pindah dari sebuah desa dipalopo, dikampungnya daniyah terkenal akan kejailannya, kelicikan, dan kelaki-lakiannya. Dikampung daniyah lebih sering bergaul sesame lelaki dibandingkan sesame wanita, daniyah mempunyai hobby yg disukai anak lelaki seperti main bola, main kelereng, dan main tembak-tembakan. Bahkan daniyah pintar manjat, pohon apa saja bisa ia panjati mau pohon kelapa, mangga, jambu semuanya bisa ia panjati karna keahliannya maka daniyah dipanggil onyet

Dikampung daniyah telah dijodohkan oleh orang tuanya, karna orang tua daniyah terlilit utang yang besar dan ortu daniyah tak bisa membayarnya maka daniyah ditunangkan dgn erlangga sisaudara jurangan jufri yg berumur 35tahun dan memiliki keterbelakangan mental, jurangan jufri itu seorang rentenir yg kaya raya dikampung daniyah. Sebenarnya daniyah tak mau, tapi apa daya daniyah harus mengikuti semua itu. Daniyah dan erl akan dinikahkan minggu depan dibalai desa.

*hari pernikahan*
Seluruh tamu undangan telah datang, mulai dari pak camat, pak kepdes, pak bupati, pak lurah, kepala sekolah, segala macam instansi pemerintahan datang untuk melihat onyet nikah. Tamu undangan telah ramai ditenda yg telah dipasang, sang pengantin pria telah siap duduk manis di depan penghulu, sdngkan daniyah masih dikamar masih meratapi nasibnya yg masih muda sudah akan menikah, daniyah menangis memikirkan hal tersebut hatinya goyah dia mengalami stress berat. Daniyah sempat berfikir bagaimana kalau ia bunuh diri saja? Tapi itu bukan jalan satu-satunya, jadi daniyah berniat untuk lari dari acara tsbt. Ia membuka konde daan menganti kebayanya menjd kaus biasa, ia berkemas kemas untuk kabur dari rumah. Ia membuka pintu kamarnya dan langsung lari lewat pintu belakang, ia lari sekencang kencangnya para warga yg meiihatnya lgsg mengejar daniyah tapi daniyah mmg onyet jadi gerakannya  cepat. Ia bersembunyi diatas pohon kelapa. Semalaman daniyah diatas pohon kelapa akhirnya daniyah turun dan berlari menuju keterminal, ia ingin pindah dari desa ini. Daniyah membeli tiket bus ke Makassar dan lgsg berangkat hari itu juga. Orang-orang disekitar memperhatikan make up daniyah yg tercompang camping, eyelinernya luntur, lipstick merahnya yg indah kini sudah berantakan,  pipi dan dahinya tak selaras warnanya akibat bedak yang dipipi telah luntur oleh keringat. 

*dimakassar*
Daniyah terkagum kagum melihat kecanggihan dan kehebatan kota Makassar, maklum daniyah berasal dari desa jadi ia tak tahu apa ini apa itu. Daniyah melihat gedung gedung tinggi yg menjulang keangkasa, ia terkagum melihat hotel clarion dan menara pinisi unm.
Daniyah : ohhhh itumi dibilang hotel??? Beh gammara nah deh kodonge. Wuihhhhh tingginya beh lebih tinggi dari pohon kelapa dikampungku kira2 bisa itu kupanjati.
Orang-orang disekeliling daniyah hanya menertawainya, orang2 heran ini manusia dari desa mana.

Daniyah kebingungan mencari t4 tinggal, ia tidur didepan pintu ruko tetapi ditendang oleh pemilik ruko. Ia terkatung-katung dikota sebesar ini, ia ingin pulang tapi sudah tak punya uang. Ia terpaksa mengemis diperempatan. Setelah mendapat uang yg cukup ia kelaparan, ia berniat untuk membeli sebungkus nasi dan sebuah tahu dan tempe tetapi ia dicegat oleh seorang preman
Rio : eh sini duitmu itu
Daniyah : duit apa ya dek?
Rio : adek? Sundala mu adek, saya macho bgini kau bilang adek.
Daniyah : suntili ini anak kecil kah, mauko apa nah? Mau sparing? Ayomi *sambil memasang kuda-kuda*
Rio : io mauko sparing? Maju ko sini njing.
Daniyah : rasakan pukulanku ini hiaaaaaat
Pukulan dania mendarat dipipi kanan rio, rio terpental jauh.
Rio : aduuh, ampunma ndk sanggup ma.
Daniyah : cuihh kau ji lagi, masih mauko io ? hiaaaat
Rio : eeeeeee, stop iye ampunma *bermohon*
Daniyah : makanya jangko macam-macam sama orang palopo
Rio : mauko masuk digeng preman ku
Daniyah : apa nama geng mu?
Rio : tdk ada
Daniyah : aih pecun jko, bagaimana namanya mappakoe?
Rio : knp mappakoe?
Daniyah : mappakoe itu namanya kakek ku dipalopo, jagoi nah bisa terbang kayak raden kian santang
Rio : io pade hidup mappakoe.
Daniyah : hidup, dimana markas ta?
Rio : itue diujung lorong
Daniyah : ohh okoke

*sebulan kemudian*
Daniyah bosan hanya begini-begini nasibnya, hanya minum-minum, majakin org lewat, nge-lem bareng rio, seks bebas, dan nyanyi-nyanyi tak jelas. Ia jenuh akan kehidupan seperti ini tapi apa boleh buat dari pada pulang dikampung hanya nikah sama orang yg keterbelakangan mental, mending dia dikota.
Rio : woy kenapako bengong?
Daniyah : ahhh tdkji bro
Rio : bilang mko pasti ada apa-apanya
Daniyah : tdkji setang.
Rio : kayak stress ko, pergi mko jalan itu keperumahan disamping lorong byk org kaya disitu pajak-pajaki mi sj
Daniyah : io pade.
Daniyah pergi meninggalkan rio dibasecamp dan menuju keperumahan disamping lorongnya, sampai didalam perumahan ia melihat seorang anak wanita yg sedang duduk di taman. Ia berniat untuk memajaki anak itu tapi dia tak sanggup karna ditangannya terdapat bekas cambukan yg banyak, matanya lebam seperti habis dipukul.
Daniyah : hey kamu kenapa?
Ica : saya abis dipukul majikan saya.
Daniyah : astaga, kenapa bisa?
Ica : saya selingkuh dgn suami majikan saya
Daniyah : mdd kau mmg salah tolo, dasar perempuan penggoda
Ica : iya saya salah, dan sekarang saya mengandung anak majikan.
Daniyah : jadi kau hamil?
Ica : iya, dan tuan tdk mau bertanggung jawab
Daniyah : sini saya temani ke rmh majikan mu
Ica : baiklah
Ica dan daniyah pergi kerumah majikannya ica.

*dirumah majikan*
Daniyah : woy anjing keluarko *memberontak didepan pagar*
citra : apa ini anjing-anjing
Daniyah : mana suami mu? Tanggung jawab ki atas perbuatannya
citra : ica itu goda suamiku
Daniyah : bisanya itu
citra : bisalah, kah dia itu pottel
Daniyah : jaga mulutmu itu, kalo suami mu tdk mau bertanggung jawab suruh potong saja lasonya
citra : nenekmu potong laso, jadi saya bgmn?
Daniyah : epen
Citra : sudah daniyah kita kembali
Daniyah : tidak ca, itu laki harus tanggung jawab. Dia sudah enak-enak menanam dilahanmu, pas ada hasilnya dia ndk mau urus.
citra : satpaaaam satpaaam
Satpam : iya bu ada apa?
Citra  : usir ini wanita cabe-cabean dari sini
Satpam : sudah hey, kalian berdua pergi dari sini *membentak*
Citra : seret mereka pak
Satpam : siap bu
Akhirnya daniyah dan ica diseret keluar dari perumahan elit itu.

*dibasecamp*
Daniyah : kau tinggal disini saja
Ica : tdk, aku ingin pulang kekampung
Daniyah : dimana kampungmu?
Ica : di NTT
Daniyah : kau punya uang?
Ica : gajiku setahun belum dibayar
Daniyah : beeeh taik itu bu nia, sdh kebetulan ini ada uangku yah cukup untuk beli tiket kapal jadi pulanglah
Ica : serius?
Daniyah : iya, rawatlah anak mu baik-baik
Ica : terima kasih, nanti kalo anak ku telah lahir jika ia berkelamin pria maka namanya dani, jika ia wanita maka namanya daniyah.
Daniyah terharu mendengarkan ucapan ica, ia meneteskan air mata. Akhirnya ica telah pulkam ke NTT dia akan merawat anaknya baik-baik.

*setahun kemudian*
Daniyah kini bekerja ditoko bunga, dia telah bosan menjadi preman pasar yg penghasilnya hanya dari uang haram. Setiap hari daniyah pergi ketoko bunga menaiki sepeda yg ia curi dari suatu perumahan.

*ditoko bunga*
Pembeli : selamat pagi, saya ingin membeli bunga
Daniyah : kalau boleh tau untuk apa ya mas?
Pembeli : buat pacar saya.
Daniyah : waah, kayaknya bunga mawar cocok tuh mas
Pembeli : terserah bunga apa.
Daniyah : tunggu ya mas.

Daniyah : waah mas bunga mawarnya habis, kalo mau tgg nanti saya ambilkan digudang
Pembeli : gudangnya jauh ngga dari sini?
Daniyah : tdk jauh cuman 20menit dari sini
Pembeli : oke
Daniyah dgn cepat menaiki sepedanya menuju kegudang untuk mengambil stock bunga mawar, tetapi didalam perjalanan pulang tak sengaja dania menabrak sebuah mobil diperempatan, daniyah terjatuh dari sepeda dan bunga-bunga mawarnya pun rusak.
Fatur : woy bisa bawa sepeda tdk?
Daniyah : aduuuh sakit *memelas*
Fatur : alaaaah jgn alas an sok sakit ck
Daniyah : he babi kau itu punya mata? Saya naik sepeda kau tabrak seenaknya sj
Fatur : tgg *mengecek keadaan mobil* astaga mobilku lecet, kau haruss tgg jawab
Daniyah : bunga mawarku juga rusak semua jadi kau harus menggantinya
Fatur : harga bunga mu jauh lebih murah dibandingkan harga memperbaiki mobilku
Daniyah : tidak, kau yg harus ganti rugi
Fatur : asal kau tau saja harga mobilku lebih tinggi dari harga dirimu
Daniyah : apa??????
Hati daniyah terluka, ia merasa hatinya seperti diiris-iris pisau. Ia menjadi emosi dan mau memukul fatur, tetapi apa daya drpd ia harus berurusan sama polisi masuk penjara mending dia mengikuti maunya fatur.
Daniyah : aku tak punya uang
Fatur : kalo bgitu kau kerja dirumah ku jadi pembantu selama 3 bulan tanpa digaji
Daniyah : apa 3 bulan?? Enak saja
Fatur : tdk mau? Baiklah sy lapor polisi *mengeluarkan iphone 6 dr kantong*
Daniyah : i….i…yaaa baiklah

*dirumah fatur*
Fatur : kamar kamu itu dibelakang, tugas kamu ngepel,cuci baju, pring,nyapu,masak, dll
Daniyah : iya iya *memutarkan mata*
Fatur : knp bgitu?
Daniyah : hmm tdk apa2
Fatur : oke silahkan kerja.

*sebulan kemudian*
Daniyah sedang sibuk membersihkan kolam renang, fatur hanya baring dikursi didekat kolam renang buat berjemur, fatur senang berjemur krn ingin kulitnya coklat. Daniyah mengkait-kaitkan daun yg jatuh dikolam renang tiba-tiba daniyah terpleset dan jatuh dikolam renang.
Daniyah : toloooong tolooong *panic*
Fatur : kau kenapa? *cuek*
Daniyah : tolong aku tollooooong aku tak bisa renang
Fatur tetap tdk peduli dia melanjutkan membaca sebuah majalah, tapi lama kelamaan suara daniyah menghilang. Fatur berkata dalam hati (jgn2 dia tenggelam, terus mati). Fatur kaget melihat daniyah sudah tak Nampak di permukaan kolam, dia membuang majalah yg dipegangnya dan langsung nyebur kekolam, ia mengendong badan daniyah ketepi kolam. Daniyah sudah tak sadarkan diri, fatur menjadi panic ia bingung apa yg harus dilakukannya. Akhirnya fatur memberikan nafas buatan kedaniyah, daniyah tersedak dan sadarkan diri, fatur langsung mengendong daniyah ke kamar, daniyah Nampak lemas tak berdaya ia pucat dan dingin tatapannya kosong seperti orang kesurupan. Fatur melepaskan dan menggantikan baju daniyah, fatur agak tergoda saat melihat tubuh daniyah tapi ia hanya menahan ludah sj.

*seminggu kemudian*
Daniyah masih shock didalam kamar, fatur masih merawat daniyah. Dan daniyah sadar kalo sebenarnya fatur orang baik tetapi kadang ia kasar terhadap cewek, mungkin karna fatur suka hardcore. Keesokan harinya daniyah telah sembuh dan menyambut fatur dgn ceria diruang makan.
Daniyah : selamat pagi boss ku ganteng
Fatur : kau kenapa?
Daniyah : terima kasih yah telah merawatku *tersenyum manis kefatur*
Fatur : iya iya
Daniyah : ini kubuatkan nasi goring special dgn cinta loh
Fatur : okay thanks *tersenyum*
Hari itu fatur menyadari bahwa daniyah anaknya baik dan manis hanya saja ia sedikit kampungan, daniyah juga menyadari bahwa fatur itu ganteng. Fatur sedang sibuk melahap masakan daniyah dan daniyah memperhatikan fatur dari dapur sambil senyum-senyum sendiri apakah ini namanya cinta? Masa iya aku jatuh cinta sama boss sendiri? (kata daniyah dlm hati)

--------------------------------------------///////////////////////////---------------------------------------------

Fatur dan daniyah sama-sama terpikat satu sama lain, tapi fatur gengsi untuk mengungkapkannya wajar juga karna fatur seorang pengusaha kaya dan ayahnya mantan jendral masa iya jatuh cinta sama seorang pembantu.

Bel rumah berbunyi, daniyah membuka pintu dan terkejut melihat fatur sedang mabuk dan menggandeng seorang cewek.
Daniyah : boss, kau kenapa?
Fatur : ddiam saja kau
Nia : diam saja kau, dasar pembantu. Sayang kita masuk yuk udah ngga nahan nih
Fatur : hahaha udah ngga nahan apa sayang?
Nia : mau ngicip itu kamu *menunjuk restleting fatur*
Fatur : ahhh kamu bisa aja, jangan kaget yah ini besar banget.
Nia : besar? Wah puas dong yuk masuk

Daniyah menangis didalam kamarnya, ia sadar tak mungkin mendapatkan cinta dari seorang boss ia tau diri ia hanya seorang pembantu dirumah ini. Daniyah berencana untuk pulkam saja, lagi pula ia telah mengumpulkan uang yg cukup buat membayar ganti rugi mobil fatur.

*seminggu kemudian*
Daniyah : boss saya ingin pulkam kepalopo
Fatur : tapi kau belum cukup 3 bulan
Daniyah : boss ini uang utk mengganti kerusakan mobil boss
Fatur : tapi…….
Daniyah : sudahlah boss, aslkm
Fatur : walaikum salam
Daniyah pergi keterminal untuk kembali kekampung, sedangkan fatur hanya dirumah. Selama perjalanan kepalopo daniyah diam, ia sangat terpukul dan kecewa terhadap fatur.


Hari demi hari fatur merasa kesepian, setiap kali ia makan nasi goring pasti teringat daniyah. Fatur hanya mengingat daniyah sampai-sampai pacarnya nia dilupakan.
Nia : fatur kok kamu ngga semangat gitu?
Fatur : ngga tau nih bawaannya lemas aja.
Nia : yaa sayang ayo dong temenin aku belanja, aku mau beli sepatu, tas, make up, dress
Fatur : nia kau bisa diam? *membentak*
Nia : tidak bisa, kau sdh berjanji kepadaku utk mebelikanku semua itu
Fatur : jadi kau mengejarku hanya buat uang?
Nia : tdk sayang, kau jgn sensi begitu dong
Fatur : sudahlah mulai saat ini kita putus.
Nia : sayang, sayang nggak bisa gitu sayang *memohon*
Fatur : sudah kita putus.

Fatur yg sadar bahwa cintanya hanya untuk daniyah berniat untuk mencari daniyah kepalopo, ia sadar daniyahlah yg mencintainya sepenuh hati tak memandang siapa fatur. Fatur berangkat kepalopo menaiki bus sesampainya dipalopo ia bingung harus mencari dimana, ia memperlihatkan foto daniyah kesemua org tapi tak ada yg mengenalnya.

*seminggu dipalopo*
Fatur belum menemukan daniyah, ia telah keluar masuk pasar, gang, dan seluruh penjuru palopo. ia harus kembali ke Makassar untuk bekerja, tapi pada saat ia hendak keterminal ia melihat daniyah sedang berjalan diseberang jalan.
Fatur : daniyaaaaaaaaaah *berteriak sekuat tenaga*
Tapi daniyah tak mendengarkannya. Fatur mengejar daniyah keseberang jalan tapi sesampainya diseberang jalan ternyata salah orang. Fatur mungkin sudah cinta gila kedaniyah. Hari itu terjadi hujan lebat Ketika sudah menaiki bus tiba-tiba ia melihat daniyah sdng berjualan pisang goreng diluar, fatur kaget dan lari keluar bus.
Fatur : daniyah…….
Daniyah : fatur……. *berkaca-kaca* *menjatuhkan payungnya*
fatur langsung memeluk daniyah, dan daniyah menaangis dalam dekapan fatur. Mereka berdua saling berpelukan ditengah hujan lebat
fatur : daniyah aku mencintaimu, aku telah buta mencintai seorang gadis matre seperti nia
daniyah : aku juga mencintaimu
fatur : maukah kau menjadi pacarku? *saling bertatapan*
Daniyah : tapi………… aku ini hanya orang miskin yg tak pantas dgn seorang boss
Fatur : sudahlah aku tak peduli kau ini apa yg penting kau tulus mencintaiku
Daniyah : baiklah
Fatur mencium bibir daniyah, dan akhirnya mereka jadian. TAMAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar